Madrid – Jeda internasional September 2026 tidak sepenuhnya menjadi waktu istirahat bagi skuad Real Madrid. Jose Mourinho justru memanfaatkan periode tersebut untuk menjalankan program latihan yang lebih personal dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pemain.
Tidak ada menu latihan yang berlaku sama untuk seluruh anggota skuad. Para pemain yang tetap berada di Madrid akan mendapatkan beban kerja berbeda sesuai kondisi fisik, kebutuhan pemulihan, hingga aspek permainan yang perlu ditingkatkan.
Menurut laporan MARCA yang dikutip Bola.net, program tersebut mulai diterapkan setelah para pemain kembali ke Madrid pada Jumat. Mourinho dan staf pelatih memanfaatkan jeda sekitar dua pekan untuk melakukan pekerjaan yang sulit dilakukan ketika jadwal pertandingan sangat padat.
Pendekatan ini membuat Valdebebas tetap menjadi pusat aktivitas, meski sebagian besar pemain Real Madrid harus meninggalkan klub untuk memperkuat tim nasional masing-masing.
Tidak Semua Pemain Mendapat Menu yang Sama
Sebelum memasuki jeda internasional, para pemain Real Madrid sebenarnya sudah dijadwalkan mendapatkan waktu libur selama empat hari setelah pertandingan derbi.
Jadwal tersebut telah dibuat sebelum laga melawan Atletico Madrid digelar. Karena itu, hasil pertandingan tidak mengubah rencana libur yang sudah ditetapkan oleh tim pelatih.
Setelah masa istirahat berakhir, pemain yang masih berada di Madrid kembali menjalani aktivitas di Valdebebas. Namun, mereka tidak langsung masuk ke dalam program latihan yang sama.
Mourinho memilih membagi program berdasarkan kondisi individu. Ada pemain yang membutuhkan tambahan pemulihan, ada yang harus mempertahankan kebugaran, sementara pemain lain justru memerlukan latihan tambahan karena memiliki pekerjaan yang belum terselesaikan selama pramusim.
Metode tersebut membuat aktivitas Real Madrid selama jeda internasional menjadi lebih fleksibel. Mourinho tidak sekadar melihat skuad sebagai satu kelompok besar, tetapi memperlakukan kebutuhan fisik setiap pemain secara berbeda.
Cara tersebut juga memungkinkan staf pelatih memberikan perhatian lebih detail terhadap pemain yang memiliki masalah tertentu.
Sejumlah Pemain Tetap Berlatih di Madrid
Tidak semua anggota skuad Real Madrid meninggalkan ibu kota Spanyol. Sejumlah pemain tetap berada di Madrid karena tidak mendapat panggilan tim nasional atau sedang menjalani program khusus.
Thibaut Courtois, Andriy Lunin, Raul Asensio, Eder Militao, Alvaro Carreras, Antonio Rudiger, Ferland Mendy, Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, Thiago Pitarch, dan Rodrygo termasuk dalam kelompok pemain yang tetap tersedia untuk menjalani program klub.
Namun, keberadaan mereka di Valdebebas bukan berarti semua mendapatkan porsi latihan identik.
Mourinho dan stafnya menyesuaikan beban latihan berdasarkan kondisi masing-masing. Pemain yang sedang dalam tahap pemulihan tentu membutuhkan program berbeda dibandingkan mereka yang berada dalam kondisi fisik normal.
Dengan begitu, jeda internasional menjadi kesempatan bagi Real Madrid untuk melakukan pekerjaan yang lebih spesifik dan personal.
Fokus pada Pemain yang Mengalami Cedera
Kondisi sejumlah pemain menjadi salah satu perhatian utama Mourinho.
Eder Militao, Rodrygo, dan Ferland Mendy tetap berada di Valdebebas untuk menjalani program pemulihan. Ketiganya tidak mengikuti pola latihan umum karena membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Bagi pemain yang sedang cedera, jeda internasional bisa menjadi periode penting untuk mengejar proses pemulihan tanpa tekanan pertandingan setiap beberapa hari.
Militao dan Mendy dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk menjalani pekerjaan rehabilitasi, sementara Rodrygo juga mengikuti program khusus yang telah disiapkan staf pelatih.
Federico Valverde juga mendapatkan perhatian tersendiri. Gelandang asal Uruguay tersebut dijadwalkan menjalani sesi latihan khusus selama jeda internasional.
Situasi ini menunjukkan bagaimana Mourinho berusaha menggunakan jeda kompetisi untuk menangani persoalan yang berbeda di dalam skuad.
Raul Asensio Jalani Evaluasi
Selain pemain yang mengalami cedera, ada pula pemain yang membutuhkan evaluasi lebih mendalam.
Raul Asensio akan menggunakan periode dua pekan tersebut untuk mengecek persoalan yang berkaitan dengan tulang keringnya. Evaluasi ini penting untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan apakah tindakan operasi diperlukan.
Karena tidak ada pertandingan klub dalam periode tersebut, proses pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih leluasa.
Mourinho tentu membutuhkan sebanyak mungkin pemain dalam kondisi siap ketika kompetisi kembali berjalan. Karena itu, jeda internasional tidak hanya dilihat sebagai masa tanpa pertandingan, tetapi juga kesempatan untuk menyelesaikan persoalan fisik yang mungkin sulit ditangani di tengah jadwal padat.
Program individual memungkinkan staf medis dan pelatih memberikan perhatian lebih spesifik kepada pemain seperti Asensio.
Tchouameni Kejar Ketertinggalan Fisik
Aurelien Tchouameni juga menjadi salah satu pemain yang mendapat program khusus.
Gelandang Prancis tersebut menggunakan jeda internasional untuk menyelesaikan sejumlah latihan pengondisian fisik yang sebelumnya belum bisa dituntaskan selama pramusim.
Hal ini memperlihatkan fungsi lain dari metode yang diterapkan Mourinho. Jeda internasional memberikan ruang bagi pemain tertentu untuk mengejar pekerjaan yang tertinggal tanpa harus mengikuti ritme latihan seluruh skuad.
Bagi pemain yang membutuhkan tambahan pengondisian, kesempatan semacam ini cukup penting. Mereka dapat menjalani program yang lebih terarah sebelum kompetisi kembali memasuki periode padat.
Dengan kata lain, tidak semua pemain membutuhkan hal yang sama. Ada yang harus mengurangi beban latihan, tetapi ada pula yang justru membutuhkan tambahan pekerjaan agar mencapai kondisi fisik yang diharapkan.
Masalah Mourinho: Banyak Pemain Pergi
Tantangan Mourinho selama jeda internasional justru berasal dari banyaknya pemain yang meninggalkan Madrid.
Sebanyak 15 anggota skuad Real Madrid mendapat panggilan untuk memperkuat negara masing-masing selama periode September dan Oktober. Situasi tersebut membuat jumlah pemain yang tersedia di Valdebebas berkurang cukup signifikan.
Kondisi itu tentu membatasi pekerjaan taktik yang bisa dilakukan Mourinho. Pelatih tidak dapat menjalankan latihan kelompok dengan komposisi lengkap karena sebagian besar pemain utama sedang menjalani agenda bersama tim nasional.
Namun, kondisi tersebut juga membuat program individual menjadi semakin relevan.
Alih-alih memaksakan sesi latihan kolektif dengan jumlah pemain terbatas, Mourinho dapat memanfaatkan waktu untuk memberikan perhatian khusus kepada pemain yang berada di Madrid. Fokusnya bukan hanya mempertahankan kebugaran, tetapi juga menyelesaikan kebutuhan fisik setiap pemain.
Jeda Internasional Jadi Kesempatan Evaluasi
Bagi Mourinho, periode tanpa pertandingan klub dapat digunakan untuk melihat kondisi skuad secara lebih detail.
Jadwal kompetisi yang padat biasanya membuat pelatih harus memprioritaskan persiapan pertandingan berikutnya. Waktu untuk memberikan latihan tambahan atau menangani persoalan fisik tertentu menjadi lebih terbatas.
Jeda internasional memberikan ruang berbeda.
Pemain yang sehat dapat menjalani latihan untuk menjaga kebugaran. Mereka yang membutuhkan tambahan fisik dapat memperoleh program khusus. Sementara pemain cedera bisa berkonsentrasi pada proses pemulihan.
Pendekatan tersebut juga memberi Mourinho kesempatan untuk menyiapkan skuad menghadapi fase kompetisi berikutnya.
Real Madrid masih memiliki perjalanan panjang pada musim 2026/2027. Setelah jeda berakhir, mereka akan kembali menghadapi rangkaian pertandingan La Liga dan kompetisi lainnya dengan jadwal yang kembali padat.
Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan selama jeda memiliki tujuan untuk memastikan sebanyak mungkin pemain berada dalam kondisi siap ketika pertandingan kembali digelar.
Mourinho Pilih Pendekatan Personal
Metode yang diterapkan Mourinho di Real Madrid memperlihatkan satu prinsip sederhana: kebutuhan setiap pemain tidak selalu sama.
Seorang pemain yang baru pulih dari cedera tidak bisa diperlakukan seperti pemain yang berada dalam kondisi fisik terbaik. Begitu pula pemain yang masih membutuhkan tambahan pengondisian tidak dapat memperoleh porsi latihan identik dengan mereka yang sudah siap tampil.
Karena itu, Mourinho memilih pendekatan personal selama jeda internasional September 2026.
Tidak ada menu latihan seragam di Valdebebas. Setiap pemain mendapatkan program berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Bagi Real Madrid, cara tersebut menjadi kesempatan untuk memanfaatkan jeda kompetisi secara lebih efektif sekaligus menangani sejumlah persoalan yang sebelumnya sulit mendapatkan perhatian penuh.
Dengan sebagian besar pemain menjalani tugas internasional, Mourinho memang tidak memiliki skuad lengkap untuk berlatih bersama. Namun, periode tersebut tetap dapat digunakan untuk memoles kondisi individu, mempercepat pemulihan pemain cedera, serta mengejar aspek fisik yang tertinggal.
Ketika kompetisi kembali bergulir, hasil dari pekerjaan individual tersebut diharapkan membantu Real Madrid memiliki skuad yang lebih siap menghadapi tuntutan musim yang panjang.
