Udine – David Alaba akhirnya menemukan klub baru setelah sempat berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Real Madrid. Bek asal Austria tersebut resmi melanjutkan kariernya di Italia setelah mencapai kesepakatan dengan Udinese.
Kepindahan itu sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanan karier Alaba. Setelah bertahun-tahun bermain di Bundesliga bersama Bayern Munchen dan kemudian menghabiskan lima musim di La Liga bersama Real Madrid, pemain kelahiran Wina tersebut kini akan mencoba atmosfer Serie A untuk pertama kalinya.
Udinese mengumumkan kedatangan Alaba pada 24 September 2026. Sang pemain menandatangani kontrak yang berlaku hingga 30 Juni 2027. Ia bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Real Madrid berakhir pada musim panas 2026.
Transfer ini menjadi jawaban atas masa depan Alaba yang sempat belum jelas. Setelah berpisah dengan Real Madrid, pemain berusia 34 tahun itu tidak langsung mendapatkan klub baru. Sejumlah klub sebelumnya dikaitkan dengan namanya, tetapi kesepakatan akhirnya tercapai dengan Udinese.
Memilih Tetap Bermain di Level Tinggi
Keputusan Alaba untuk menerima tawaran Udinese menunjukkan bahwa ia masih memiliki keinginan untuk melanjutkan karier di level kompetitif.
Sebelumnya, Alaba dilaporkan mendapat sejumlah opsi dari luar Eropa, termasuk klub-klub MLS dan Saudi Pro League. Namun, ia memilih tetap berada di lingkungan sepak bola Eropa dan akhirnya menerima kesempatan untuk tampil di Serie A.
Bagi Alaba, Italia menjadi pengalaman baru setelah sebagian besar kariernya dihabiskan di dua kompetisi elite Eropa. Ia mengawali karier seniornya bersama Bayern Munchen sebelum menjadi salah satu pemain penting raksasa Jerman tersebut.
Kini, ia akan menjadi bagian dari skuad Udinese yang membutuhkan tambahan pengalaman di lini belakang. Kehadiran Alaba diharapkan dapat memberikan pilihan sekaligus kepemimpinan bagi tim yang sedang menjalani musim baru di Serie A.
Pernah Ditawarkan ke Juventus
Menariknya, Udinese bukan satu-satunya klub Italia yang sempat dikaitkan dengan Alaba.
Pada musim panas lalu, Juventus disebut sempat menjajaki kemungkinan untuk merekrut sang bek. Nama Alaba bahkan masuk dalam daftar pemain yang ditawarkan secara gratis setelah masa baktinya di Real Madrid berakhir.
Juventus melihat pengalaman dan fleksibilitas Alaba sebagai salah satu daya tarik. Ia mampu bermain di beberapa posisi pertahanan, mulai dari bek kiri hingga bek tengah. Pengalamannya tampil di pertandingan besar Eropa juga menjadi nilai tambah.
Namun, Juventus akhirnya tidak menjadi tujuan Alaba. Faktor usia serta riwayat cedera menjadi bagian dari pertimbangan klub-klub yang sebelumnya memantau situasinya.
Udinese kemudian mengambil kesempatan tersebut. Setelah melakukan komunikasi dengan sang pemain, klub asal Friuli itu berhasil mencapai kesepakatan. Alaba pun tiba di Italia untuk menyelesaikan proses kepindahannya sebelum diperkenalkan secara resmi.
Pengalaman Panjang Bersama Bayern Munchen
Alaba datang ke Udinese dengan rekam jejak yang sangat panjang di sepak bola Eropa.
Namanya mulai dikenal luas ketika memperkuat Bayern Munchen. Ia bergabung dengan klub tersebut saat masih berusia muda dan kemudian berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam sejarah klub.
Selama memperkuat tim utama Bayern, Alaba mencatat 431 penampilan resmi. Ia tidak hanya tampil sebagai bek kiri, tetapi juga beberapa kali dimainkan sebagai bek tengah. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu karakter utama dalam permainan Alaba.
Bersama Bayern, ia meraih berbagai gelar, termasuk trofi Liga Champions pada 2013 dan 2020. Pengalamannya di kompetisi Eropa membuat Alaba terbiasa menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Kemampuan tersebut kemudian membawanya ke Real Madrid pada 2021. Alaba meninggalkan Bayern setelah kontraknya berakhir dan bergabung dengan Los Blancos tanpa biaya transfer.
Lima Tahun Bersama Real Madrid
Perjalanan Alaba di Madrid juga diwarnai sejumlah kesuksesan. Selama lima musim memperkuat klub tersebut, ia mencatat 131 penampilan dan mengoleksi 11 trofi.
Namun, fase terakhir kariernya di Santiago Bernabeu tidak berjalan mulus. Cedera membuat waktu bermainnya berkurang dan kondisi tersebut turut memengaruhi keputusan Real Madrid untuk tidak memperpanjang kontraknya.
Setelah kontraknya berakhir pada musim panas 2026, Alaba harus mencari klub baru dalam situasi sebagai pemain bebas transfer. Proses tersebut ternyata berlangsung cukup lama hingga akhirnya Udinese menjadi pelabuhan berikutnya.
Meski demikian, kualitas dan pengalaman Alaba masih menjadi bagian penting dari daya tariknya. Ia memiliki pengalaman memenangkan empat Liga Champions, dua gelar La Liga, serta 10 gelar Bundesliga sepanjang kariernya. Dengan koleksi tersebut, ia datang ke Serie A sebagai salah satu pemain paling berpengalaman yang masih aktif di kompetisi tersebut.
Tantangan Baru di Udinese
Kepindahan ke Udinese tentu berbeda dibandingkan dengan lingkungan yang selama ini dijalani Alaba.
Di Bayern dan Real Madrid, ia terbiasa bermain untuk klub yang hampir selalu dituntut bersaing memperebutkan trofi. Kini, ia bergabung dengan tim yang memiliki kebutuhan berbeda dan harus membangun konsistensi di Serie A.
Udinese sendiri mengawali musim 2026/2027 dengan hasil yang belum stabil. Setelah lima pertandingan, mereka mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Kondisi tersebut membuat tambahan pemain berpengalaman seperti Alaba menjadi cukup penting bagi tim.
Selain kemampuan bertahan, pengalaman Alaba di ruang ganti juga dapat menjadi aset. Ia pernah berada dalam skuad yang dipenuhi pemain kelas dunia dan merasakan tekanan pertandingan di level tertinggi.
Sekarang, tantangannya adalah membuktikan bahwa dirinya masih mampu memberikan kontribusi setelah periode yang cukup sulit akibat cedera.
Debut Menanti
Alaba belum dapat langsung turun memperkuat Udinese pada pertandingan terdekat. Setelah resmi bergabung sebagai pemain bebas transfer, ia perlu menjalani proses persiapan sebelum kembali tampil di lapangan.
Namun, kepindahan ini sudah memastikan satu hal: David Alaba akhirnya menjadi bagian dari kompetisi Serie A.
Setelah lebih dari satu dekade berkarier di Jerman dan Spanyol, pemain Austria itu kini memiliki kesempatan untuk menambah pengalaman di negara ketiga dalam karier klubnya.
Udinese mendapatkan pemain dengan pengalaman panjang, koleksi trofi besar, serta kemampuan bermain di berbagai posisi pertahanan. Sementara bagi Alaba, Serie A menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa perjalanan kariernya di level tertinggi Eropa belum berakhir.
Kontrak hingga Juni 2027 memberikan Alaba waktu untuk menunjukkan kontribusinya. Setelah sempat tidak memiliki klub, ia kini kembali memiliki panggung untuk bermain dan melanjutkan karier profesionalnya di Italia.
